Fun Fact: Photobooth Sudah Ada Sejak 1925, Ini Ceritanya
· Tim SnapHeaven
Photobooth terasa seperti tren yang baru muncul beberapa tahun terakhir. Padahal mesinnya sudah berumur seratus tahun.
Tahun 1925, Broadway, New York
Seorang imigran kelahiran Siberia bernama Anatol Josepho membuka sebuah studio kecil di Broadway. Isinya satu mesin bernama Photomaton.
Cara kerjanya: pengunjung masuk, duduk, membayar sekitar 25 sen, lalu mesin memotret beberapa kali. Delapan menit kemudian, selembar foto keluar dari lubangnya.
Yang terjadi setelahnya di luar dugaan siapa pun. Antreannya mengular sepanjang hari, dan dalam beberapa bulan pertama ribuan orang mencobanya.
Beberapa tahun kemudian Josepho menjual hak atas penemuannya, dengan nilai yang untuk ukuran zaman itu membuatnya kaya seketika.
Kenapa orang mau mengantre untuk itu
Ini bagian yang menarik, dan jawabannya sama persis dengan alasan orang mengantre photobooth di resepsi hari ini.
Tidak ada fotografer. Di tahun 1925, difoto berarti pergi ke studio, membuat janji, duduk diam, dan diarahkan seorang fotografer yang biasanya tidak kamu kenal. Mahal, formal, dan menegangkan.
Photomaton membuang semua itu. Tidak ada yang melihat, tidak ada yang menilai, dan kamu bebas berekspresi.
Hasilnya keluar seketika. Foto studio biasa butuh berhari-hari. Delapan menit terasa ajaib.
Kecil dan bisa dibagi. Bentuknya pas untuk diselipkan di surat, dompet, atau diberikan ke orang yang disayangi.
Tiga alasan itu tidak berubah sedikit pun dalam seratus tahun.
Yang membuatnya jadi budaya
Di tahun 1960-an, Andy Warhol memakai photobooth sebagai alat berkarya. Dia memotret teman-temannya di dalam booth, lalu memakai hasilnya untuk lukisan dan majalah.
Itu yang mengubah photobooth dari mesin praktis jadi sesuatu yang punya gaya. Dan sejak itu, deretan foto kecil dalam satu strip jadi bentuk yang langsung dikenali orang.
Loncat ke Jepang, tahun 1995
Cerita berikutnya terjadi di Jepang, dan inilah nenek moyang photobox yang ada di mal dan cafe sekarang.
Tahun 1995 muncul mesin bernama purikura, singkatan dari print club. Bedanya dari photobooth lama: hasilnya berbentuk stiker, dan pengguna bisa menambahkan coretan serta hiasan sebelum dicetak.
Purikura meledak di kalangan remaja, lalu menyebar ke Korea, lalu ke seluruh Asia. Dari situlah muncul konsep self photo studio dan photobox yang sekarang ada di hampir setiap kota di Indonesia.
Kapan photobooth masuk ke pernikahan
Photobooth mulai banyak dipakai di acara pernikahan sekitar awal tahun 2000-an, dan alasannya praktis.
Resepsi punya masalah yang sudah lama diketahui tapi jarang dibicarakan: setelah salaman dan makan, tamu tidak punya kegiatan. Booth mengisi kekosongan itu.
Dan tidak seperti fotografer utama yang hasilnya baru diterima berminggu-minggu kemudian, booth memberi tamu sesuatu untuk dibawa pulang hari itu juga.
Yang benar-benar tidak berubah
Bandingkan Photomaton 1925 dengan photobooth di resepsi hari ini:
| 1925 | Sekarang | |
|---|---|---|
| Ada fotografer? | Tidak | Tidak |
| Berapa lama hasilnya keluar? | 8 menit | Beberapa detik |
| Bentuknya | Deretan foto kecil | Deretan foto kecil |
| Kenapa orang suka | Bebas berekspresi | Bebas berekspresi |
| Dibawa pulang? | Ya | Ya |
Yang berubah cuma kecepatannya. Idenya persis sama.
Kenapa cerita ini penting untuk acaramu
Karena kalau sesuatu bertahan seratus tahun tanpa berubah bentuk, biasanya bukan kebetulan.
Photobooth bekerja karena menjawab hal yang tidak berubah tentang manusia: orang ingin difoto tanpa merasa diawasi, dan orang ingin membawa pulang bukti bahwa dia hadir.
Di resepsi pernikahan, dua hal itu persis yang dibutuhkan tamu.
Sewa photobooth SnapHeaven untuk resepsi dan lamaran: cetak tanpa batas selama acara, dua kru profesional, dan desain cetakan yang bisa memakai nama kalian berdua serta tanggal pernikahannya. Transport gratis area Bekasi sampai Cikarang.
Penutup
Seratus tahun, dan bentuknya masih sama. Mesin yang berubah, kebutuhannya tidak.
Baca juga kenapa photo strip bentuknya panjang dan photobooth resepsi pernikahan.
Pertanyaan yang sering masuk
Kapan photobooth pertama kali ada?
Tahun 1925 di Broadway, New York. Mesinnya bernama Photomaton, dibuat oleh Anatol Josepho, dan pengunjung membayar sekitar 25 sen untuk mendapat delapan foto.
Siapa penemu photobooth?
Anatol Josepho, seorang imigran kelahiran Siberia. Dia menjual hak atas penemuannya beberapa tahun kemudian dengan nilai yang sangat besar untuk ukuran zaman itu.
Kenapa photobooth masih dipakai sampai sekarang?
Karena tiga hal yang tidak berubah sejak 1925: tidak ada fotografer yang mengarahkan, hasilnya keluar seketika, dan bentuk cetakannya kecil sehingga mudah dibawa dan dibagikan.
Apa hubungan photobooth dengan acara pernikahan?
Photobooth mulai banyak dipakai di acara pernikahan sejak tahun 2000-an, sebagai cara memberi kegiatan untuk tamu dan sekaligus kenang-kenangan yang bisa dibawa pulang hari itu juga.
Baca juga
Fun Fact: Foto Cetak Lebih Diingat daripada Foto di HP
Semua tamu punya kamera di sakunya, tapi foto dari photobooth yang justru bertahan. Ini alasannya, dan kenapa itu penting untuk acara pernikahan.
PernikahanFun Fact: Photobooth Bisa Jadi Buku Tamu yang Benar-Benar Dibaca
Buku tamu pernikahan hampir tidak pernah dibuka lagi setelah acara. Ada cara mengubahnya jadi sesuatu yang justru dibaca berulang, memakai cetakan photobooth.
PernikahanFun Fact: Kenapa Photo Strip Bentuknya Panjang ke Bawah?
Bentuk strip yang tinggi dan sempit bukan pilihan desain. Itu warisan dari cara kerja mesin photobooth pertama, dan bertahan karena kebetulan sangat berguna.
PernikahanFun Fact: Photobox Modern Lahir dari Mesin Stiker Jepang
Self photo studio dan photobox yang sekarang ada di mana-mana bukan berasal dari photobooth Amerika, tapi dari mesin stiker Jepang tahun 1995 bernama purikura.