Fun Fact: Photobox Modern Lahir dari Mesin Stiker Jepang
· Tim SnapHeaven
Kalau ditanya dari mana asal self photo studio, kebanyakan orang menebak photobooth Amerika tahun 1925.
Itu setengah benar. Nenek moyangnya memang photobooth. Tapi bentuk yang kita kenal sekarang, dengan pilihan tema, hiasan, dan kendali penuh di tangan pengguna, datang dari tempat lain.
Jepang, tahun 1995
Muncul sebuah mesin bernama purikura, singkatan dari print club.
Bentuknya mirip photobooth: kotak, ada tirai, kamu masuk dan berfoto. Bedanya ada pada apa yang terjadi setelah jepretan.
Di photobooth lama, setelah difoto kamu tinggal menunggu kertas keluar. Tidak ada yang bisa diubah.
Di purikura, setelah difoto muncul layar. Kamu bisa menambahkan coretan, tulisan, frame, dan hiasan. Baru setelah itu hasilnya dicetak, dan bentuknya stiker, bukan lembaran biasa.
Perubahan itu terdengar kecil. Efeknya tidak.
Kenapa itu mengubah segalanya
Photobooth 1925 memberi orang kebebasan berekspresi di depan kamera. Itu sudah besar.
Purikura menambahkan satu lapis lagi: kebebasan menentukan tampilan hasilnya.
Sekarang pengguna bukan cuma yang difoto, tapi juga yang mendesain. Dan begitu orang bisa ikut mendesain, hasilnya jadi terasa lebih miliknya sendiri.
Purikura meledak di kalangan remaja Jepang, lalu menyebar ke Korea, Taiwan, dan seluruh Asia. Stikernya ditukar antar teman seperti kartu, dan ditempel di buku catatan, ponsel, dan tempat pensil.
Jalur ke Indonesia
Dari purikura, konsepnya berkembang jadi dua bentuk yang sekarang kita kenal.
Self photo studio. Ruangan yang lebih besar dari kotak, dengan pencahayaan studio, properti, dan waktu sesi yang lebih panjang. Kamu memegang remote, dan bebas mengulang sebanyak yang kamu mau.
Ini yang ada di SnapHeaven Studio dan puluhan studio lain di Bekasi.
Photobox. Mesin yang lebih kecil, ditaruh di mal, cafe, atau tempat ramai. Sesinya pendek, hasilnya langsung dicetak.
Ini yang ada di SnapBox di cafe partner kami.
Keduanya keturunan purikura, bukan keturunan langsung Photomaton.
Yang diwariskan purikura ke acara pernikahan
Ini bagian yang menarik untuk calon pengantin.
Photobooth di acara pernikahan sekarang mewarisi dua hal dari purikura, bukan dari mesin 1925:
Desain cetakan bisa diatur. Nama pengantin, tanggal, tema, dan warna. Di photobooth 1925 tidak ada yang bisa diubah. Kemampuan mengatur tampilan hasil adalah warisan purikura.
Hasilnya terasa milik acaranya, bukan milik mesinnya. Cetakan yang bertuliskan nama kalian berdua adalah versi modern dari stiker purikura yang dihias pemakainya.
Sewa photobooth SnapHeaven memakai keduanya: desain cetakan bebas, dan hasilnya keluar dalam hitungan detik.
Tiga generasi, satu ide
| Photomaton 1925 | Purikura 1995 | Sekarang | |
|---|---|---|---|
| Ada fotografer? | Tidak | Tidak | Tidak |
| Hasil keluar seketika? | 8 menit | Ya | Ya |
| Pengguna ikut mendesain? | Tidak | Ya | Ya |
| Bentuknya | Strip | Stiker | Strip, 4R, digital |
| Dibagi ke teman? | Ya | Ya, ditukar | Ya, cetak dan digital |
Yang tidak berubah dalam seratus tahun: tidak ada fotografer, dan hasilnya bisa dibawa pulang.
Yang bertambah: kendali di tangan pemakainya.
Kamu bisa mencobanya sekarang, gratis
Warisan purikura yang paling langsung terasa adalah kemampuan mengatur tampilan hasil sendiri.
FreeBooth memberi itu tanpa biaya: delapan filter warna, delapan warna frame, dua pilihan bentuk, dan susunan satu sampai empat foto. Semuanya bisa diganti bahkan setelah fotonya diambil.
Jalan di browser HP, tanpa memasang aplikasi, dan fotonya tidak dikirim ke mana pun.
Penutup
Self photo studio dan photobox bukan tren yang muncul tiba-tiba di Indonesia beberapa tahun lalu. Keduanya keturunan mesin stiker Jepang yang sudah berumur tiga puluh tahun, yang sendirinya keturunan mesin Amerika berumur seratus tahun.
Yang bertahan selama itu biasanya bukan kebetulan.
Baca juga fun fact photobooth sudah ada sejak 1925 dan kenapa photo strip bentuknya panjang.
Pertanyaan yang sering masuk
Apa itu purikura?
Purikura, singkatan dari print club, adalah mesin foto stiker asal Jepang yang muncul tahun 1995. Pengguna berfoto lalu bisa menambahkan coretan dan hiasan sebelum hasilnya dicetak sebagai stiker.
Apa hubungan purikura dengan self photo studio sekarang?
Purikura yang memperkenalkan ide bahwa pengguna ikut mengatur tampilan hasilnya sendiri, bukan cuma berpose. Dari situ berkembang self photo studio dan photobox yang ada sekarang.
Apa bedanya photobooth Amerika dan purikura Jepang?
Photobooth 1925 menghasilkan foto apa adanya. Purikura menambahkan kendali di tangan pengguna, mulai dari coretan, hiasan, sampai pilihan tampilan warna.
Kenapa konsep ini populer di Indonesia?
Karena menggabungkan dua hal yang dicari orang: berfoto tanpa merasa diawasi fotografer, dan hasilnya bisa diatur sendiri sesuai selera.
Baca juga
Fun Fact: Foto Cetak Lebih Diingat daripada Foto di HP
Semua tamu punya kamera di sakunya, tapi foto dari photobooth yang justru bertahan. Ini alasannya, dan kenapa itu penting untuk acara pernikahan.
PernikahanFun Fact: Kenapa Photo Strip Bentuknya Panjang ke Bawah?
Bentuk strip yang tinggi dan sempit bukan pilihan desain. Itu warisan dari cara kerja mesin photobooth pertama, dan bertahan karena kebetulan sangat berguna.
PernikahanFun Fact: Photobooth Bisa Jadi Buku Tamu yang Benar-Benar Dibaca
Buku tamu pernikahan hampir tidak pernah dibuka lagi setelah acara. Ada cara mengubahnya jadi sesuatu yang justru dibaca berulang, memakai cetakan photobooth.
PernikahanFun Fact: Photobooth Sudah Ada Sejak 1925, Ini Ceritanya
Photobooth bukan tren baru. Mesin pertamanya berdiri di New York tahun 1925 dan langsung diantre ribuan orang. Kenapa bentuknya bertahan seratus tahun.