Media Kit, Apa Isinya dan Kenapa Brand Perlu Punya
· Tim SnapHeaven
Media kit terdengar seperti urusan perusahaan besar. Padahal usaha kecil justru yang paling diuntungkan, karena yang menyebut namanya biasanya orang lain, bukan tim internal.
Apa itu media kit
Kumpulan file resmi yang boleh diambil orang luar saat mereka menyebut brand-mu: logo, warna, foto, dan aturan pakainya.
Intinya satu: memudahkan orang menyebut namamu dengan benar.
Kenapa perlu
Melindungi tampilan brand. Kalau logo yang benar tidak gampang diambil, orang akan memakai screenshot dari Instagram, yang pecah dan warnanya sudah bergeser.
Menghemat waktu. Tanpa media kit, tiap permintaan logo jadi percakapan japri. Sepuluh permintaan sebulan berarti sepuluh kali mencari file.
Membuat orang lebih mau menyebutmu. Wartawan, partner, dan panitia acara punya tenggat. Kalau filenya susah didapat, mereka memilih menyebut brand lain yang lebih mudah.
Isi yang benar-benar dipakai
Dari yang sering diminta, urut dari yang paling sering:
1. Logo dalam beberapa bentuk. Versi utama, versi untuk latar gelap, dan versi tanpa tulisan untuk ruang sempit.
2. Format yang tepat. SVG untuk yang bisa, PNG latar transparan untuk yang tidak. Hindari JPG untuk logo.
3. Kode warna resmi. Hex saja sudah cukup untuk kebanyakan keperluan. Kalau sering cetak, tambahkan CMYK.
4. Aturan pakai. Yang boleh dan yang jangan, ditulis singkat. Ini yang paling sering dilupakan, padahal paling menyelamatkan.
5. Deskripsi singkat brand. Satu paragraf yang bisa langsung disalin wartawan. Kalau tidak disediakan, mereka akan mengarang sendiri.
6. Foto yang boleh dipakai. Foto tempat usaha, produk, atau suasana.
Yang tidak perlu dimasukkan
File yang memuat angka rahasia. Proposal kerja sama dengan angka bagi hasil sebaiknya tidak terbuka. Bagikan lewat formulir, supaya kamu tahu siapa yang melihatnya.
Foto pelanggan tanpa izin. Ini bukan cuma soal sopan santun, tapi soal hukum. Wajah orang adalah data pribadi.
Logo versi lama. Hapus dari media kit begitu ganti logo. Kalau tidak, orang akan terus memakai yang lama karena tidak tahu ada yang baru.
Contoh nyata
Halaman Brand Asset SnapHeaven berisi:
| Kelompok | Isinya |
|---|---|
| Logo Utama | Logo website, versi gelap, logo SnapBox |
| Variasi Logo | Dengan tagline, mendatar, sederhana, stiker |
| Ikon | Logo tanpa tulisan, untuk foto profil |
| Tulisan SnapBox | Khusus unit photobox di cafe partner |
| Materi Promosi | Gambar persegi siap upload |
Ditambah kode warna resmi, lima versi lagu, dan aturan pakai yang ditulis sebagai dua daftar sederhana: yang boleh dan yang jangan.
Cara membuatnya kalau kamu punya usaha kecil
Tidak perlu rumit. Satu halaman di websitemu sudah cukup.
Yang penting:
- Filenya bisa di-download langsung, bukan harus japri dulu
- Nama filenya jelas, bukan
logo-final-fix-2.png - Aturannya ditulis, walau cuma lima baris
- Alamatnya gampang diingat, misalnya
/asetatau/brand
Setengah jam mengerjakannya sekarang menghemat puluhan percakapan japri nanti.
Lihat contohnya di Brand Asset.
Baca juga
Mau Urus Paspor? Ini yang Perlu Disiapkan Soal Fotonya
Foto paspor sebagian besar diambil di kantor imigrasi, bukan dibawa sendiri. Ini yang tetap perlu kamu siapkan supaya tidak diulang.
PanduanWarna Brand SnapHeaven dan Cara Pakainya di Canva
Kode warna resmi SnapHeaven lengkap dengan fungsinya masing-masing, dan cara memasukkannya ke Canva supaya materimu konsisten dengan brand.
PanduanAturan Pakai Logo Brand Partner, Boleh dan Tidak Boleh
Panduan memakai logo brand lain di poster, proposal, dan materi acara. Yang boleh, yang jangan, dan kesalahan yang paling sering terjadi.
PanduanSoft File Foto Studio, Apa Itu dan Kenapa Harus Diminta
Beda soft file dan cetakan, kenapa sebagian studio membatasi jumlahnya, dan pertanyaan yang harus kamu ajukan sebelum bayar sesi foto.